PNP dan IAII Tuan Rumah Workshop Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik

PNP News. Politeknik Negeri Padang (PNP) dan Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Cabang Sumbar dipastikan jadi tuan rumah Workshop Pendampingan dan Percepatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Elektronik yang bakal digelar di Kyriad Bumiminang 12-14 Juli 2019.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang , Dr. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., yang ditemui usai diskusi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Lantai 2 Gedung Pustaka PNP kemaren (10/7/19) menyatakan, workshop itu bakal diikuti oleh sekitar 42 orang pengelola jurnal se-Indonesia, 7 orang di antaranya dari PNP yang mewakili 7 jurnal.

Ketujuh jurnal dimaksud adalah Jurnal ilmiah Poli Rekayasa, Elektron Jurnal ilmiah, Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil, Polingua, Jurnal Ilmiah Poli Bisnis, Jurnal Teknik Mesin, dan Jurnal Akuntansi dan Manajemen.

Sementara itu, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., menyatakan, pada prinsipnya tujuan workshop itu adalah meningkatkan jumlah jurnal ilmiah nasional terakreditasi.

Dalam surat undangannya, Ocky menjelaskan, workshop tersebut direncanakan berlangsung 3 hari. Pada hari pertama membahas “Kebijakan dan Program Akreditasi Jurnal”, ” Evaluasi Kesiapan Substansi Akreditasi Bidang Keilmuan” oleh Asesor Substansi 1 dan 2 yang sampai berita ini diposting belum diketahui namanya.

Topik hari kedua menyangkut “Evaluasi Kesiapan Standar dan Manajemen Website, serta Pendaftaran Akreditasi Jurnal Nasional, Bedah Jurnal,  dan Penilaian oleh Asesor Substansi dan Manajemen.

Mengingat sarana dan prasarana terbatas, panitia hanya mengundang 1 orang editor in chief atau yang mewakili setiap jurnal. Panitia hanya menanggung akomodasi dan konsumsi untuk peserta pelatihan selama kegiatan berlangsung. Biaya perjalanan ditanggung instansi masing-masing peserta. Sebelumnya peserta sudah mengisi formulir konfirmasi kesediaan selambatnya 29 Juni 2019.

Anjani Pemantau Plagiarisme

Sebelumnya, dalam diskusi temuan BPK, Wakil Direktur 2, Anton, S.T., M.T., mengimbau agar dosen PNP meningkatkan ketelitian dalam pelaporan keuangan kegiatan dharma riset dan pengabdian. Hal itu dikarenakan, setiap temuan yang tidak diklarifikasi, secara administratif akan menjadi sandungan dan mempengaruhi penilaian usulan yang diajukan berikutnya.

Sekretaris P3M, Afifah, S.E., M.Si., ketika dikonfirmasi melaporkan, tidak banyak temuan BPK untuk peneliti PNP. Umumnya sudah diklarifijasi tapi lupa meng-update laporan dalam program Simlitabmas sehingga setiap pengajuan usulan baru selalu membayangi track record pengusul.

Di sisi lain, Yuhefizar juga mengimbau, ketatnya pemantauan tidak mengurangi minat dosen untuk meneliti dan mengabdi. Ia juga mensosialisasikan Program Anjani yang dimaksudkan memantau tingkat plagiarism dalam sebuah naskah jurnal.

Anjani (Anjungan Integritas Akademik Indonesia) merupakan portal yang disiapkan oleh Kemenristekdikti sebagai amanat dari Permenristekdikti  tentang integritas akademik untuk melakukan promosi dalam Pembinaan, Evaluasi dan Pengukuran, Klasifikasi dan Pelanggaran serta sanksi yang diberikan untuk pelanggar integritas akademik.

Selain itu Anjani menyiapkan sarana perangkat lunak untuk mendeteksi kesamaan karya ilmiah sehingga tingkat plagiarism dapat diukur. Sumber dokumen untuk Anjani diperoleh dari integrasi repositori perguran tinggi dan lembaga litbang dalam portal Rama (http://rama.ristekdikti.go.id/), integrasi jurnal elektronik di Indonesia dalam portal Garuda (http://garuda.ristekdikti.go.id/) dan Integrasi kekayaan intelektual peneliti di Indonesia dalam portal Sinta.

d®amlis

Hits: 67

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *