Kabar Gembira Bagi Petani! Dosen PNP Berhasil Ciptakan Mesin Pemanen Padi

Masalah utama dalam penanganan pascapanen padi di daerah Limau Manis Kota Padang salah satunya adalah makin berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian. Hal ini disebabakan masyarakat yang cendrung ingin mencari pekerjan dalam bidang industri, sehingga petani kesulitan mencari tenaga saat masa panen tiba.

Persoalan makin terasa masa panen serentak dalam tempo waktu yang singkat, sehingga membutuhkan tenaga kerja untuk pemanenan yang banyak dan petani akan mengeluarkan biaya lebih untuk memanen hasil padi mereka.

Menyikapi kondisi tersebut, Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Padang  (PNP) mencoba mengembangkan salah satu peralatan perontok padi otomatis (gabot) untuk peningkatan hasil panen bagi petani, sehingga meringankan kerja petani saat musim panen tiba.

“Proses perontok  padi adalah aktivitas kerja dari sebuah sistem mesin yang dilaksanakan secara manual. Disini kinerja proses akan sangat tergantung sepenuhnya pada manusia, baik dalam hal penggunaan tenaga maupun pengendalian kerja,” kata Anton Hidayat ST. MT, Dosen Politeknik Negeri Padang di sela-sela kegiatan Pengabdian Masyarakat sekaligus pengoperasian alat panen padi bagi para petani Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang,  Rabu (25/9).

Alat perontok padi otomatis (gabot)

Pada perancangan alat panen tersebut, lanjut Anton, dibuat lebih ringan agar mudah diangkat, sederhana penggunaannya serta mudah dioperasikan oleh petani. Kemudian dapat diatur secara otomatis dengan menggunakan mikrokontroller.

Alat ini menggunakan sistem elektronik sebagai pengerak sistem. Pada pengujian putaran mesin diuji dengan kecepatan 1800 RPM dimana motor DC dikontrol dengan menggunakan mikrokontroler arduino. Kemudiana sensor yang digunakan adalah encoder untuk mengetahui berapa kecepatan dari putar perontok padi.

Pada pengujian kecepatan motor didapat constan walaupun diberi beban batang malai (batang Padi) yang bervariasi. Kontrol menggunakan metode fuzzy yang berfungsi untuk mengatur kecepatan motor DC dengan setting point  yang telah ditetapkan. Kecepatan motor di set dengan menggunaan keypad.

“Mikrokontroler yang digunakan adalah arduino uno dengan input PWM yang dikontrol dengan menggunakan fuzzy logic kontroler,” jelas Anton yang berhasil menciptakan teknologi mesin panen padi tersebut.

Bpk. Anton dengan alat buatannya

Alat tersebut dibuat agar dapat dimanfaatkan oleh petani di Limau Manis, Kecamatan Pauh Kota Padang guna meringankan kerja merontok (melambuik) padi serta mengipas (pembersih) padi yang selama ini dilakukan secara manual.

Selama ini, lanjut Anton, dibutuhkan skill khusus untuk ‘melambuik’ padi sehingga tidak semua orang dapat melakukanya. Dengan alat sekarang, petani dapat melakukan panen padi dengan sedikit tenaga dan biaya serta mudah pengoperasiannya.

Perawatan alat juga sangat sederhana dimana pengoperasian alat menggunakan  batrei sebagai sumber mudah di cas ulang di rumah. Proyek ini merupakan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Politeknik Pegeri Padang untuk mansyarakat sekitar kampus. Diharapkan dengan alat ini petani dapat terbantu dan meringankan biaya pengeluaran dalam proses pemanenan padi sehingga pendapatan petani bisa meningkat. (*)

Reporter : ist /  Editor : DavidR

Sumber : Harian Haluan

Hits: 22

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *