Dosen PNP Latih Guru SMA Buat Media Pembelajaran Interaktif dan Komunikatif

Sekelompok dosen Politeknik Negeri Padang (PNP) mengenalkan cara pembuatan media pembelajaran interaktif dan komunikatif di SMA Negeri 1 V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman.

Hal ini dilakukan lantaran masih ditemukan kurangnya pengetahuan guru dalam menguasai teknologi untuk membuat media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif.

“Oleh sebab itu perlu dilakukan upgrade ilmu di bidang ini dengan mengadakan kegiatan pelatihan penggunaan Canva untuk membuat media pembelajaran yang lebih menarik,” ujar Ketua Tim, Yance Sonatha, baru-baru ini

Menurutnya, pembuatan media pembelajaran yang menarik sangat dibutuhkan untuk membuat ketertarikan siswa dalam mempelajarinya, sehingga target pembelajaran dapat dicapai walaupun dilakukan secara tidak langsung.

“Permasalahan yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan mengenai aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu pembuatan media pembelajaran yang lebih interaktif,” katanya didampingi empat anggotanya yakni Dwiny Meidelfi, Indri Rahmayuni, Meri Azmi dan Mutiara Cornelia Damayanti.

Yance berujar, pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan dalam revolusi industri 4.0 membuat perubahan dalam gaya belajar dalam proses pembelajaran. Salah satunya, guru dituntut untuk mengikuti proses pembelajaran digital interaktif.

“Sehingga salah satu tantangan bagi guru dan pengembang teknologi pembelajaran untuk berinovasi adalah meciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa,” paparnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang selalu diperbarui setiap saat, telah menggeser peran guru dengan sendirinya berubah dari pemberi informasi tunggal dalam lingkungan yang sangat konvensional (centered teacher) menjadi fasilitator pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat lebih aktif belajar melalui aneka sumber.

“Nah, salah satu aplikasi yang muncul di platform pembelajaran yang digunakan dalam institusi pendidikan adalah Canva. Canva adalah layanan untuk membuat konten pembelajaran seperti infografis, poster, banner, presentasi yang sangat membantu dalam proses kegiatan pembelajaran,” jelas dia.

Dalam proses pembelajaran, kebanyakan guru memanfaatkan media teknologi yang ada seperti google classroom. Selama ini pemanfaatan media seperti google classroom hanya diperuntukkan untuk share materi pembelajaran dan tugas. Materi pembelajaran pun masih dibuat menggunakan template yang sudah ada dan lazim dipergunakan.

“Tampilan materi pembelajaran yang baku dan monoton, kadang bisa menimbulkan kejenuhan dan kebosanan bagi para siswa. Hal ini akan berdampak dengan menurunnya kualitas pembelajaran dan target capaian sekolah bisa tidak terwujud nantinya,” sambung dia.

Yance menjelaskan, langkah-langkah pelaksanaan yang telah dilakukan saat pelatihan tersebut, salah satunya menjelaskak tentang pentingnya membuat media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif untuk menunjang proses pembelajaran siswa.

“Kemudian melakukan registrasi pada Canva dengan mendaftarkan email masing-masing guru, menjelaskan tentang fitur-fitur gratis dan menarik yang dapat dimanfaatkan pada Canva,” paparnya.

Kemudian, kata Yance, tim pengabdi juga menjelaskan dan mempraktikkan penggunaan Canva untuk membuat presentasi yang menarik dan komunikatif, membuat poster, mempraktikkan cara mengunduh file yang telah dibuat, hingga melakukan pencetakan file tersebut.

“Dengan adanya pelatihan yang telah kita gelar pada awal bulan Agustus 2022 kemarin ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan para guru yang mengikutinya dengan langsung mempraktikkannya pada komputer mereka masing-masing,” tuturnya.

Yance menjelaskan, pelatihan telah usai digelar dan juga sudah diterapkan oleh para guru yang mengikuti pelatihan tersebut. Kini, pihaknya tengah melakukan monitoring dan peninjauan kembali terhadap manfaat penggunaan aplikasi tersebut.

“Monitoring dilakukan paling cepat satu bulan setelah kegiatan akhir diadakan, dengan tujuan untuk memantau sejauh mana hasil pelatihan pengabdian. Caranya dengan berkumpul kembali bersama para guru itu, melakukan diskusi dan menyebarkan kuesioner,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Yance, hal itu dilakukan sebagai salah satu alat untuk mengukur tingkat pemahaman dan penerapan teknologi ini. Selain itu, direncanakan juga akan membuat grup diskusi online antara tim pengusul dan mitra.

“Dalam forum diskusi ini diharapkan nantinya akan cepat mengatasi permasalahan yang dihadapi para guru dalam pemanfaatan teknologi yang telah disampaikan,” pungkasnya. (han/rel)

Sumber: https://khazminang.id/dosen-pnp-latih-guru-sma-buat-media-pembelajaran-interaktif-dan-komunikatif

Tinggalkan Balasan