Dosen Politeknik Negeri Padang Ciptakan Aplikasi Pelacak Virus Corona

Politeknik Negeri Padang menciptakan aplikasi baru untuk melacak penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Sumbar, yang diberi nama Rekam Jejak Corona. Aplikasi ini bertujuan agar setiap orang dapat mengetahui keadaan dirinya sendiri terkait virus mematikan tersebut.

“Nama aplikasinya Rekam jejak Corona, sekarang sedang dalam proses registrasi di google playstore. Prosesnya masih menunggu sekitar 7 hari,” jelas┬áDirektur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (27/3/2020).

Surfa Yondri mengaku merasa bersyukur karena PNP berhasil menciptakan sebuah aplikasi yang berguna untuk mendeteksi penyebaran virus Corona. Dia mengajak melalui grup PNP Lawan Covid-19 agar semua instansi dan citivas akademika berbuat untuk mencegah penularan virus ini.

“Seperti kemarin kita memproduksi hand sanitizer yang saat ini sudah langka. Kita buat sendiri dengan belajar di youtube. Lalu juga membuat disinfektan,” ujar Surfa Yondri saat mengisi acara Sumbar Rancak Bana bertajuk “Melacak Penyebaran Virus Corona Ala Politeknik Negeri Padang di Padangtv.

Bahkan saat ini pihaknya tengah mengembangkan beberapa box disinfektan. Namun sekarang masih menunggu sejumlah peralatan yang dibutuhkan karena sedang dipesan dari supplier. Nanti jika sudah siap akan diserahkan ke masyarakat.

Di tengah mewabahnya virus Corona, Surfa Yondri menyebutkan, bahwa saat ini PNP telah memiliki sebuah aplikasi E-learning yang diberi nama spada.pnp.ac.id. Dengan begitu, mahasiswa di PNP sudah langsung bisa belajar melalui aplikasi tersebut.

“Sekarang kita perkuliahannya online, kita sudah punya aplikasi e-learning, jadi mahasiswa belajar di sana,” kata Surfa Yondri.

Selain menggunakan aplikasi Spada, kata Surfa Yondri, pihaknya juga memanfaatkan semua media yang tersedia. Sebab, PNP merupakan sistem pendidikan vokasi. Maka ada mata kuliah khusus teori, praktek, serta teori yang dibarengi dengan praktek.

Dalam acara Sumbar Rancak Bana itu, salah seorang dosen Teknologi Informasi PNP sekaligus pencipta aplikasi pelacak Corona, Aldo menjelaskan, aplikasi tersebut bisa membaca rekam jejak pengguna untuk dijadikan acuan sebagai peringatan awal penyebaran virus Corona maka yang terjangkit virus tersebut bisa dilacak.

“Sebenarnya berawal dari ilustrasi dari 4 orang, sebut saja A, B, C, dan D. Jadi yang A ingin bertemu dengan C dalam perjalanannya si A ini bisa bertemu dengan B1, B2, B3, B4. Sedangkan D isolasi di rumah, jadi yang D dipastikan 99 persen tidak terjangkit corona,” jelas Aldo.

Lalu A yang sudah bertemu dengan C, kata Aldo, tiga hari setelah itu ada rilis bahwa si A dinyatakan positif Corona. Maka pihak rumah sakit mempertanyakan kepada A sebelummya sudah bertemu dengan siapa saja.

“Nah, ketika ditanya maka ketauan si A sudah bertemu C, orang terdekat si C, dan keluarga C. Tapi permasalahannya pertemuan dengan D yang tidak sengaja dalam perjalanan tidak terdeteksi. Misalnya, si D pergi ke toillet, cafe, maupun tempat ibadah. Tapi yang lain tidak mengetahui bahwa D ini bertemu dengan siapa saja,” terang Aldo.

Maka melalui aplikasi ini, Aldo berharap, sebelum Corona menyebar di Sumbar ataupun daerah lain pengguna bisa menginstal aplikasi tersebut sehingga ketika A bertemu dengan B secara tidak sadar datanya sudah terecord.

“Terlebih dahulu masyarakat harus menginstal aplikasi ini, lalu menghidupkan fitur tracing-nya (melacak) dengan mengirimkan posisi GPS. Nanti posisi GPS ini kita simpan di server, kita lakukan untuk mendeteksi. Jadi ketika positif sama siapa saja dia bertemu akan ketauan,” ulas Aldo. (*)

Sumber : HarianHaluan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *