Inilah Rahasia Food Photography Pelaku UMKM Sumbar

Kebiasaan berbelanja online telah terbentuk dalam masyarakat sebagai dampak dari social distancing yang diterapkan selama pandemi Covid-19. Promosi sangat dibutuhkan berbisnis dengan sistem penjualan online. Mengingat seiring semakin meningkat dan berkembangnya usaha makanan dan minuman yang memanfaatkan sistem penjualan online, membuat kompetisi antara pemain dalam bisnis ini juga semakin meningkat.

Makanya, penting bagi pemilik bisnis makanan dan minuman, terutama UMKM untuk memiliki foto dan gambar produk mereka agar dapat digunakan sebagai media promosi untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Ini pulalah yang melatarbelangki dosen jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Padang (PNP) termotivasi untuk memberikan bimbingan teknis Pelatihan “Food Photography” untuk meningkatkan laba akuntansi pada sistem penjualan online.

Kegiatan ini bertujuan sebagai; Pertama, memperbaiki mindset UMKM yang kurang memahami kekuatan foto dan gambar dalam meningkatkan penjualan berbasis online;

Kedua, memperbaiki mindset mitra yang memahami bahwa untuk mendapatkan foto dan gambar makanan yang berkualitas, serta menarik perhatian membutuhkan biaya yang mahal karena harus melibatkan jasa photographer profesional; Ketiga, memberikan bimbingan teknis pelatihan food photography dengan output produk fotografi produk yang menarik.

“Foto atau gambar dalam dunia visual marketing memiliki kekuatan untuk menarik pembeli. Sebagian besar pebisnis produk makanan dan minuman menggunakan jasa fotografer profesional dalam menghasilkan foto yang menarik. Namun, tidak semua pebisnis memiliki modal untuk menyewa jasa profesional tersebut, terutama pebisnis yang baru saja merintis usaha mereka,” ucap Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat Reno Fithri Meuthia didampingi anggota tim lainnya yaitu Eka Siskawati, Hendrick, dan Teddy Winanda sewaktu kegiatan berlangsung(28/8).

Seperti UMKM “Dapoer Mande Zahra” yang merupakan sebuah usaha kecil rumahan yang dilakukan sebuah keluarga. Usaha ini mulai dijalankan pada pertengahan tahun 2020 dengan menawarkan produk secara langsung kepada teman-teman dan dari mulut ke mulut, serta melalui media sosial; status WA, FB dan Instagram.

“Karena usaha ini adalah usaha keluarga, maka pemilik tidak memperkerjakan karyawan dari luar melainkan hanya dilakukan oleh anggota keluarga yang terdiri dari ibu, dan anak-anaknya. UMKM ini merupakan mitra tim Politeknik Negeri Padang yang menjadi peserta bimbingan teknis pelatihan food photography,” ujar Reno.

Menurut Ekasiskawati, sebetulnya proses pemotretan dapat dilakukan sendiri oleh pebisnis, meskipun hanya menggunakan kamera seadaanya. Oleh sebab itu, pemahaman dan skill dasar tentang gambar yang menarik perlu dimiliki oleh pebisnis tersebut karena memiliki kontribusi dalam meningkatkan laba akuntansi,” katanya. (rdo)

Sumber: https://padek.jawapos.com/sumbar/21/09/2021/inilah-rahasia-food-photography-pelaku-umkm-sumbar/

Tinggalkan Balasan