Kewajiban Lapor Kinerja dan Beban Kerja, Picu Peningkatan Jumlah Proposal Penelitian & Pengabdian Dosen PNP

PNP News. Antusias civitas akademika Politeknik Negeri Padang (PNP) untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian semakin meningkat, terutama untuk kompetisi nasional. Tercatat 25 proposal penelitian dan 11 proposal pengabdian masuk tahun ini, sementara untuk hibah DIPA, proposal yang masuk mencapai 200-an dari sekitar 300 orang dosen.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) PNP, Dr. Yuhefizar, S.Kom, M.Kom.
Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom, M.Kom.

Hal itu dilaporkan Kepala Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat PNP, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom. kepada Direktur dan civitas akademika PNP dalam Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Dana DIPA PNP, di Aula Gedung C Lantai 2 kampus tersebut, Jumat, 27 Mei 2022.

Peningkatan jumlah proposal yang masuk tersebut menurut Yuhefizar juga didorong oleh kewajiban menyampaikan Laporan Kinerja Dosen (LKD) dan Beban Kerja Dosen (BKD) melalui Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (Sister), sehingga mulai banyak dosen PNP yang mengajukan kegiatan penelitian dan pengabdian mandiri jika tidak lolos dalam skema hibah PNP.

Namun demikian, dalam sambutannya Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, S.T., S.S.T., M.Kom. tetap mengimbau para peneliti muda merangkul dosen yang sudah kurang produktiv untuk kembali bekerjasama meningkatkan produktivitas mereka. Tridharma Perguruan Tinggi adalah tugas yang sudah diamanahkan oleh UU, jelasnya.

Mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3/M/2021 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, P3M berperan penting dalam ketercapaian IKU tersebut, terutama pada IKU 5: “Hasil Kerja Dosen Digunakan oleh Masyarakat atau Mendapat Rekognisi Internasional”, mulai dari ketercapaian publikasi ilmiah terakreditasi bereputasi, melaksanakan konferensi dan seminar internasional, menerbitkan jurnal, meningkatkan sitasi, pemanfaatan hasil penelitian oleh masyarakat global dan lainnya.

Oleh karena itu perlu upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi yang lebih banyak untuk mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas. PNP diharapkan mampu melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dunia industri, sehingga dapat berkontribusi dalam membangun ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Di samping itu, PNP diharapkan dapat melaksanakan pembelajaran berbasis teaching factory/teaching industry, sehingga dapat mendukung program penelitian yang relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan dimaksud.

Mengamini itu, Yuhefizar menyatakan, target PNP adalah menghasilkan produk unggulan yang dapat dihilirisasi. Target yang ingin dicapai tahunan adalah bagaimana menghasilkan produk unggulan PNP yang dapat dihilirisasi dan meningkatkan jumlah paten dan publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi/bereputasi, serta penelitian dan pengabdian kolaborasi internasional.

Agar Tridharma Perguruan Tinggi tersebut terlaksana dengan lancar dan baik, P3M PNP telah memfasilitasi sivitas akademika, dengan Renstra Penelitian, Renstra Pengabdian, buku Panduan Penelitian dan Pengabdian. Serta Peningkatan fitur di Simpediakat (sistem informasi penelitian dan pengabdian) agar bisa mengakomodasi kebutuhan banyak pihak, terutama kebutuhan bahan akreditasi di tingkat jurusan dan prodi.

Selain itu juga digelar pelatihan terkait proposal penelitian pengabdian, roadmap, publikasi ilmiah, paten dan hak cipta. Pendampingan serta update data Sinta, Google Scholar dan Simlitabmas hingga pelaksanaan International Conference on Applied Science and Technology (iCAST) dan Applied Business and Engineering Conference (ABEC), dan menerbitkan jurnal terakreditasi/bereputasi.

Afifah
Afifah, SE., M.Si

Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Sekretaris P3M, Afifah, S.E., M.Si. melaporkan, acara tersebut diikuti oleh sekitar 130 orang undangan yang terdiri dari wakil direktur, ketua jurusan, dan dominan dosen yang akan melaksanakan 83 penelitian dan 57 pengabdian tahun ini.

Acara diawali dengan arahan pimpinan PNP terkait kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan penandatanganan kontrak penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Untuk mencapai poin IKU 5, tahun 2022, ditambahkan skema baru, yaitu Penelitian Internasional, Pengabdian Internasional dan Percepatan Guru Besar. Skema penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tersebut terbagi dalam 3 kategori.

Skema Penelitian Kompetitif mencakup Penelitian Terapan Unggulan (PTU) dengan dana operasional Rp.15 Juta, Penelitian Dosen Pemula (PDP) Rp. 7 Juta, Penelitian Terapan Pemula (PTP) Rp. 5 Juta, Penelitian Percepatan Guru Besar (PPGB), Rp.30 Juta, dan Penelitian Terapan Kerjasama Internasional (PTKI) Rp 30 Juta.
Untuk kategori Penugasan, Penelitian Terapan Program Studi (PTPGS) dianggarkan Rp. 8,5 Juta, dan Penelitian Terapan Pusat Studi (PTPS) Rp. 8.5 Juta.

Selain itu, P3M juga memberi peluang kategori Mandiri untuk Penelitian Terapan Mandiri (PTM).

Untuk skema Pengabdian, kategori Kompetitif untuk Penerapan Ipteks Masyarakat (PIM) dianggarkan Rp. 5 Juta, dan Penerapan Ipteks Kerjasama Internasional (PIKI) Rp. 30 Juta.
Kategori Penugasan untuk Penerapan Ipteks Pengembangan (PIP) dianggarkan Rp. 5 Juta.
Sama halnya dengan Penelitian, P3M juga memberi peluang untuk Penerapan Iptek Masyarakat Mandiri (PIMM).

Buku panduan yang diterbitkan P3M merupakan pedoman bagi civitas akademika, mulai dari pembuatan proposal, syarat peneliti/pengabdian, luaran, laporan dll. Berbeda dari tahun sebelumnya, penelitian tahun ini kembali memperbolehkan keterlibatan tendik sebagai anggota. Setiap skema ditarget mencapai luaran yang disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan publikasi.

Untuk terus memotivasi civitas akademika dalam penelitian dan pengabdian, PNP menyediakan reward dalam bentuk insentif publikasi yang besarannya disesuaikan dengan luaran yang dicapai. Sebaliknya, jika capaian luaran wajib tidak terpenuhi, diberikan punishment. Dengan kata lain, ketua tim peneliti/pengabdi tidak diperkenankan mengikuti kompetisi hibah dana PNP pada tahun berikutnya, baik sebagai ketua maupun sebagai anggota.

Ia juga mengimbau agar para peneliti fokus dalam mencapai luaran wajib penelitian sesuai skema masing-masing, baik berupa publikasi ilmiah, produk/prototipe/modul/buku, keterlibatan mahasiswa dan luaran tambahan HKI (paten, paten sederhana, hak cipta, merek dagang, rahasia dagang, desain produk industri, Indikasi geografis, Perlindungan varietas tanaman, atau Perlindungan topografi sirkuit terpadu)

d®amlis
Foto: Dokumentasi P3M

Tinggalkan Balasan