PNP Serahkan Mesin Pemberi Makan Ikan Secara Otomatis kepada Petani Tambak Ikan Maninjau

PNP Kembali Serahkan Produk Tugas Akhir Mahasiswa yang Aplikatif dan Solutif kepada Masyarakat,

PNP News. Sistem pemberian pakan yang masih menggunakan tenaga manusia yang sifatnya masih manual di kalangan petani tambak ikan di Maninjau menggugah Rendi Afriansyah untuk menciptakan sistem pemberian pakan ikan nila otomatis pada keramba jaring apung.

Menurut alumnus D-3 Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro ini, “Kelemahan sistem pemberian pakan yang mengandalkan tenaga manusia secara manual, sifatnya tidak teratur padahal pemberian pakan ikan berdampak pada pertumbuhan dan produksi ikan. Oleh karena itu, pemberian pakan ikan secara terjadwal, terkontrol serta dapat dimonitoring dari jarak jauh sehingga menghemat waktu dan tenaga sangat didambakan petani.

“Rancangan alat pemberian pakan ikan secara otomatis saya ini menggunakan Arduino Mega2560 sebagai pengendali utama untuk semua komponen, motor servo sebagai motor penggerak buka tutup katub pakan ikan, motor dc sebagai motor penebar pakan ikan, sensor ultrasonik untuk mengukur level pakan ikan pada wadah penampungan, modul RTC DS3231 sebagai jam elektronik yang dapat menghitung waktu dengan akurat, modul kamera ESP-32 CAM sebagai pemantau keaadaan kolam, tutur kelahiran Lubuk Linggau, 5 April 1999 ini panjang lebar.

Menurut mantan mahasiswa bimbingan Ir. Julsam, M.Kom. dan H. Efendi Muchtar, S.T., M.T. yang lulus dengan prediket lulus “Dengan Pujian” ini, sistem pemberian pakan ikan otomatis ini dapat dikontrol dan dipantau dari jarak jauh dengan menggunakan cloud computing. Setelah dilaksanakan program ini, pakan ikan dapat diberikan secara rutin dan terjadwal sesuai kebutuhan pakan bagi ikan. Diharapkan hasil panen ikan dapat meningkat daripada saat pemberian pakan ikan secara manual, tutur mantan mahasiswa PNP yang menamatkan kuliah 3 tahun 1 bulan ini dengan semangat.

Sumbangan Produk Tugas Akhir Tradisi Wisudawan

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Politeknik Negeri Padang, Surfa Yondri, S.T., S.S.T., M.Kom. menyatakan, diupayakan menjadi kebiasaan atau tradisi sebagian wisudawan Politeknik Negeri Padang (PNP) menyumbangkan produk tugas akhir mereka yang aplikatif dan solutif untuk mengatasi masalah perekonomian masyarakat. Karya tersebut mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, bahkan sedikt polesan lagi, karya tersebut menuju tahapan komersialisasi.

Tahun lalu, untuk menunjang kelangsungan aktifitas perekonomian masyarakat: PNP menyerahkan Turbin Crossflow (pembangkit listrik tenaga mikrohidro) dengan kapasitas 5 KW dan 10 KW, Pompa Hidram (pengangkat air untuk mengairi sawah) dengan kapasitas Q. 1,8 L/dt, H. 8 meter, mesin pengupas kulit kopi dengan kapasitas 100 kg/ jam, mesin pencacah tulang sapi dengan kapasitas 100 kg/ jam, dan mesin pemotong stick ubi dengan kapasitas 50 kg/ jam.

Perguruan tinggi vokasi ini juga tercatat rajin memberikan bantuan dalam mencegah menyebarnya Covid-19, seperti bantuan berupa bilik disinfektan untuk RSUP M. Jamil Padang, wastafel otomatis di area publik, dan alat pelindung diri lainnya.

Ikan Mati Massal Akibat Aktifitas Vulkanik, Bukan Penggunaan Keramba

Rendi juga menepis anggapan penggunaan keramba menyebabkan banyak ikan yang mati. Kematian ikan di Danau Maninjau memang terjadi tapi dari dulu sebelum adanya keramba, kematian ikan juga pernah terjadi.

Ia mengaku mendengar dari masyarakat sekitar, penyebabnya karena aktivitas vulkanik dari danau karena danau tersebut berasal dari letusan gunung. Saat ikan mati pun air danau itu berubah jadi kehijauan tidak seperti biasanya.Kalau penyebabnya dari keramba mungkin sering terjadi kematian ikan.Namun kenyataannya, kejadian itu kadang sekali 3 tahun. Itu pun serentak di sekeliling danaunya, terang Rendi argumentatif.

d®amlis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *