PKM PNP di Agam, Kini Proses Pengeringan Kerupuk Ibu Deli Sudah Menggunakan Oven

Pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat atau yang disingkat dengan PKM ini dilaksanakan pada usaha kerupuk Eli yang beralamat di Sungai Aur Jorong V Sungai Jaring, Kec Lubuk Basung, Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Laporan: DEDI KURNIADI, SURFA YONDRI. RANDY HERIYANTO

Usaha kerupuk yang didirikan oleh ibu Deli warti ini masih menggunakan cara tradisional dalam melakukan proses produksi. Mulai dari mempersiapkan bahan baku, membuat adonan, melakukan penggorengan, mengeringkan bahan baku dan bahkan sampai dengan proses pengepakan pun masih dilaksanakan secara manual dan tradisional. Selain itu dalam rekapitulasi dan manajemen keuangan pun masih belum menggunakan sistem penataan keuangan yang tertata secara sistematis.

Dalam proses produksi mengalami kendala ketika musim hujan datang yang mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan proses produksi akibatnya bisa menurunkan omset dan kebutuhan konsumen tidak bisa dipenuhi.

Selain itu, usaha yang sudah mengembangkan sayapnya untuk menjangkau pasar antar kabupaten dalam propinsi dengan hasil penjualan antara Rp30 juta sampai dengan Rp36 juta perbulan ini juga mengalami kendala dengan proses pengepakan yang masih menggunakan lampu togok atau lilin yang digunakan untuk membungkus hasil produksinya, sehingga tidak jarang hasil pengepakan dengan metode ini terlihat kurang rapi dan kadang-kadang memiliki  warna agak kehitaman pada plastik pembungkus yang diakibatkan oleh lampu togok atau lilin tersebut.

Kemudian usaha industri rumah tangga ini juga belum mengantongi sertifikat halal yang biasanya terlihat sebuah logo halal pada kemasan.

Berdasarkan dari analisa situasi dan kebutuhan dari mitra maka pengusul memcoba untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh mitra tersebut yang meliputi proses produksi dan manajemen keuangan. Dari proses produksi yang berkaitan dengan proses penjemuran bahan kerupuk yang masih mengalami kendala ketika musim hujan tiba, pengusul menawarkan untuk menyediakan peralatan untuk pengeringan bahan kerupuk sehingga diharapkan dengan solusi ini bisa mengatasi masalah ketikan musim hujan datang, sehingga proses produksi tidak terhalang dengan kondisi cuaca ketika ingin mengeringkan bahan baku kerupuk.

Untuk alat yang disediakan ini berupa oven atau pengering yang menggunakan bahan bakar gas yang bisa dikontrol berdasarkan suhu yang dibutuhkan. Pemilihan bahan bakar gas ini bertujuan supaya mitra tidak mengalami kesulitan untuk mencari sember energi ketika menggunakan alat ini. Selanjutnya untuk kendala pengepakan yang masih menggunakan lampu togok atau lilin diberikan alat pengepakan dengan menggunakan energi listrik, sehingga akan membuat hasil pengepakan lebih rapi dan terkesan lebih higienis karena warna agak kehitaman akibat pembakaran lampu togok atau lilin bisa pada saat proses pengepakan bisa diatasi.

Dari segi manajemen, pengusul memberikan solusi untuk menata tatanan cara secara administratif dan juga memberikan pelatihan bagaimana melakukan manajemen yang baik dari sebuah industri rumah tangga. Kemudian untuk meningkatkan rasa kepercayaan oleh konsumen pengusul juga akan berencana membantu untuk proses pengurusan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh MUI.

Dengan adanya kegiatan ini mitra bisa mendapatkan manfaat secara langsung. Dalam hal produksi misalnya, sebelum mendapatkan program ini dari pengsusul mitra memiliki kendala dengan cuaca, ketika musim hujan didak bisa melakukan produksi karena bahan baku tidak dapat dikeringkan. Dengan adanya oven pengering ini, kendala cuaca tersebut bisa diatasi sehingga omset pendapatan masih bisa dipertahankan dan permintaan konsumenn dapat dipenuhi.

Secara waktu pengeringan kalau dibandingkan untuk jenis kerupuk tipis biasanya membutuhkan waktu dua sampai dengan tiga jam untuk pengeringan awal dengan menggunakan cahaya matahari, akan tetapi dengan oven ini pengeringan dapat dilakukan dengan tiga puluh menit saja.

Begitu juga untuk proses pengepakan yang biasanya dilakukan masih secara tradisional menggunakan lilin tetapi dengan mendapatkan program ini mitra bisa melakukannya dengan menggunakan teknologi listrik sehingga terkesan lebih cepat dan higienis. Dari segi manajemen juga mengalami peningkatan dengan pemberian peralatan pendukung dan pelatihan tata kelola manajemen usaha industri rumah tangga. Sehingga mitra bisa meningkatkan produktifitas dan memenuhi permintaan pasar secara maksimal. (*)

Sumber : Harian Haluan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *