Polda Sumbar Gandeng PNP Buat Aplikasi “Lapor Hoax”

Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar menggandeng Politeknik Negeri Padang (PNP) guna menangkal penyebaran hoaks yang semakin marak di provinsi Sumatera Barat. Salah satu upayanya dengan meluncurkan aplikasi yang diberi nama “Lapor Hoax”.

Peluncuran itu resmi dilakukan pada Senin (1/11/2021). Dalam acara tersebut dihadiri oleh Direktur PNP, Surfa Yondri, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol. Edi Mardianto, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas Sosial Sumbar Jumaidi, serta Ketua LKAAM Sumbar, Sayuti di Ruang Rapat Hoegeng, Lantai IV Mapolda Sumbar, Jl. Sudirman, Padang yang bertajuk Penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang optimalisasi pengawasan penyaluran bansos serta Kolaborasi Pencegahan Berita Hoax di Media Sosial dalam rangka Mewujudkan Harkamtibmas di Sumbar.

Direktur PNP, Surfa Yondri bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra, serta tim TI PNP saat peluncuran aplikasi “Lapor Hoax” di Ruang Rapat Hoegeng, Lantai IV Mapolda Sumbar, Jl. Sudirman, Padang, Senin (1/11/2021).

Penandatanganan dilakukan oleh Kapolda Sumbar, Danrem 032 WB, Kajati Sumbar, Direktur PNP, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Ombudsmandan Ketua LKAAM Sumatera Barat.

Direktur PNP, Surfa Yondri menyebutkan, bahwa Kapolda meminta Politeknik Negeri Padang untuk membuat sebuah aplikasi yang digunakan sebagai upaya menindaklanjuti banyaknya berita hoaks yang tersebar di media sosial.

Direktur PNP, Surfa Yondri saat penandatanganan kerjasama aplikasi “Lapor Hoax” di Ruang Rapat Hoegeng, Lantai IV Mapolda Sumbar, Jl. Sudirman, Padang, Senin (1/11/2021).

“Kita sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak Kapolda dalam rangka pembuatan aplikasi itu. Jadi itu yang dicermati mahasiswa sehingga bisa dikembangkan sesuai permintaan Polda,” kata Surfa Yondri, Selasa (2/11/2021).

Surfa Yondri menyebutkan, saat ini aplikasi tersebut telah rilis di Playstore. Nama aplikasinya “Lapor Hoax” dan sudah bisa diunduh oleh masyarakat

“Jadi nanti segala bentuk video maupun berita hoaks bisa dilaporkan masyarakat melalui aplikasi “Lapor Hoax”,” ujar Surfa Yondri.

Kemudian dengan adanya laporan tersebut, kata Surfa Yondri, nantinya akan diverifikasi oleh tim Ciber Polda Sumbar. Jika nanti betul-betul berita tersebut mengandung hoaks langkah awal yang dilakukan adalah menonaktifkannya.

Lebih lanjut, Surfa Yondri menambahkan, apilkasi “Lapor Hoax” ini diciptakan oleh mahasiswa jurusan Teknologi Informasi yang dipimpin langsung oleh Ronal Hadi sebagai mentornya.

Sementara itu, Kajur TI PNP, Ronal Hadi menjelaskan, untuk aplikasi “Lapor Hoax” ini tercipta dengan kerjasama Politeknik Negeri Padang bersama Polda Sumbar, serta instansi terkait dibawah koordinasi Polda.

“Jadi awalnya aplikasi ini idenya dari Polda karena menyikapi karena banyaknya beredar berita hoaks yang beredar di masyarakat. Seperti kita ketahui masyarakat juga mudah percaya dan menyebarkan berita hoaks,” ujar

Ronal melihat berita hoaks tersebut banyak menimbulkan permasalahan yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Sehingga ide dari Polda dituangkan ke dalam sebuah aplikasi.

“Aplikasi yang dibuat ini berupa sebuah pelaporan, kita sebagai pengguna jika menemukan berita hoaks bisa melaporkannya melalui aplikasi tersebut,” jelas Ronal.

Ronal menuturkan, laporan yang dikirim pengguna atau masyarakat tersebut bisa berupa screen shoot foto, link URL dari website yang ditemukan, serta bisa deskripsi dari berita hoaks tersebut.

Aplikasi ini memiliki dua sisi, yakni sisi pengguna dan admin. Dari sisi pengguna adalah melalui Android, sedangkan admin dari webest. Admin seperti Kapolda, Kominfo nantinya yang akan menelaah laporan tersebut.

“Jadi nanti admin akan melihat apakah berita yang disampaikan masyarakat itu betul-betul hoaks atau tidak. Untuk pelapor juga bisa melihat dari histori, apakah laporan diterima atau tidak,” tutur Ronal.

Menurut Ronal, melalui aplikasi ini bisa mengurangi informasi hoaks yang beredar pada masyarakat saat ini.

Terpisah, Kapolda, Teddy menyampaikan apresiasi kepada Karolog dan Kabid Humas Polda Sumbar, Politeknik Negeri Padang yang telah menginisiasi, serta semua tim yang berperan aktif menggelar kegiatan tersebut dan melahirkan aplikasi Lapor Hoax.

Menurut Teddy, kehadiran tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, ditengah pandemi, dimana pemerintah pada satu sisi mengatasi Covid-19, sekaligus mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi.

“Masalah berita hoaks, juga relevan dengan upaya vaksinasi massif yang kita lakukan. Banyak yang pro vaksin tapi tidak sedikit juga yang kontra. Berita hoax memang diciptakan, sengaja untuk mengganggu dan memperlambat, tapi kita sebagai instrumen negara tidak boleh kalah. Kita harus jadi agen publik untuk mensosialisasikan program pemerintah untuk menyelamatkan rakyatnya melalui vaksinasi dan prokes,” kata Teddy.

Kapolda berharap, dengan adanya komitmen bersama tentang optimalisasi pengawasan penyaluran bansos serta peluncuran aplikasi lapor hoax dapat memacu percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Sumbar. (*)

Sumber: https://www.harianhaluan.com/pendidikan/pr-101589418/polda-sumbar-gandeng-pnp-buat-aplikasi-lapor-hoax?page=all

Tinggalkan Balasan